Isnin, 6 Januari 2014

Parkinson

Parkinson

  iStockphoto/Thinkstock
Penyakit Parkinson adalah penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada otak, yaitu pada sistem saraf pusat otak manusia mengalami kemunduran. Pertama kali ditemukan oleh seorang dokter inggris yang bernama James Parkinson pada tahun 1887.
Penyakit ini merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami ganguan pergerakan. Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang. 5 – 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson, gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun. Secara keseluruhan, pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 % di seluruh dunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia 60 – 64 tahun sampai 3,5 % pada usia 85 – 89 tahun.

 Penyakit Parkinson ( paralysis agitans ) atau sindrom Parkinson ( Parkinsonismus ) merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus palidus/ neostriatum ( striatal dopamine deficiency ).

Penyakit Parkinson dijumpai pada segala bangsa, dan satu sampai lima diantara seribu penduduk menderita penyakit ini. Kebanyakan para penderita mulai dilanda penyakit ini pada usia antara 40-60 tahun, dengan perbandingan laki-laki dan wanita 5:4.Faktor genetic mungkin mempunyai peran penting pada beberapa keluarga, khususnya bila terdapat pada usis di bawah 40 tahun ( parkinsonismus juvenilis ).

Ganglia basalis sering ikut terlibat di dalam proses degeneratif dan mengakibatkan gangguan gerakan, yang dapat berupa gerakan menjadi lamban atau gerakan menjadi berlebihab. Gerak lamban di sebut sebagai gerak involunter yang abnormal, hiperkinesia atau diskinesia.
Ganglia basalis itu sendiri terdiri dari :

 
1. Korpus striatum : nukleus kaudatus, putamen, dan globus palidus.
2. Substansia nigra.
3. Nukleus subtalamik.
Sinrdom parkinson dengan beragam etiologi gambaran gejala klinis hampir serupa. Kriteria untuk menggolongkannya ke dalam sindrom Parkinson adanya rigiditas, tremor, dan bradikinesia.
Johnson dan kawan-kawan mengemukakan bahwa diagnosis klinis penyakit Parkinson dapat ditegakkan bila dijumpai sekurang-kurangnya 2 dari4 gejala seperti tremor, rigiditas, bradikinesia dan instabilitas postural.

KLASIFIKASI

Pada umumnya diagnosis sindrom Parkinson mudah ditegakkan, tetapi harus diusahakan menentukan jenisnya untuk mendapat gambaran tentang etiologi, prognosis dan penatalaksanaannya.

1. Parkinsonismus primer/ idiopatik/paralysis agitans.

- sering dijumpai dalam praktek sehari-hari dan kronis, tetapi penyebabnya belum jelas.
- Kira-kira 7 dari 8 kasus parkinson termasuk jenis ini.

2. Parkinsonismus sekunder atau simtomatik

- dapat disebabkan pasca ensefalitis virus, pasca infeksi lain : tuberkulosis, sifilis meningovaskuler.
- iatrogenik atau drug induced, misalnya golongan fenotiazin, reserpin, tetrabenazin.
- lain-lain, misalnya perdarahan serebral petekial pasca trauma yang berulang-ulang pada petinju, infark lakuner, tumor serebri, hipoparatiroid dan kalsifikasi.

3. Sindrom paraparkinson ( Parkinson plus )

- pada kelompok ini gejalanya hanya merupakan sebagian dari gambaran penyakit keseluruhan.
- jenis ini bisa didapat pada penyakit Wilson ( degenerasi hepato-lentikularis ), hidrosefalus normotensif, sindrom Shy-drager, degenerasi striatonigral, atropi palidal ( parkinsonismus juvenilis ).


GAMBARAN KLINIS

Parkinson syndrom / syndroma parkinson

Resting tremor  (gemetar)

Tremor terdapat pada jari tangan, tremor kasar pada sendi metakarpofalangis, kadang-kadang tremor seperti menghitung uang logam atau memulung-mulung ( pil rolling ). Pada sendi tangan fleksi-ekstensi atau pronasi-supinasi pada kaki fleksi-ekstensi, kepala fleksi-ekstensi atau menggeleng, mulut membuka menutup, lidah terjulur-tertarik. Tremor ini menghilang waktu istirahat dan menghebat waktu emosi terangsang ( resting/ alternating tremor )

Rigiditas (kaku)

Adanya hipertoni pada otot fleksor ekstensor dan hipertoni seluruh gerakan, hal ini oleh karena meningkatnya aktifitas motorneuron alfa, adanya fenomena roda bergigi ( cogwheel phenomenon ).

Bradikinesia (lambat)

gerakan volunteer menjadi lambat sehingga berkurangnya gerak asosiatif, misalnya sulit untuk bangun dari kursi, sulit memulai berjalan, lambat mengambil suatu obyek, bila berbicara gerak lidah dan bibir menjadi lambat.
Bradikinesia mengakibatkan berkurangnya ekspresi muka serta mimic dan gerakan spontan yang berkurang, misalnya wajah seperti topeng, kedipan mata berkurang, berkurangnya gerak menelan ludah sehingga ludah suka keluar dari mulut.

Mikrografia (gangguan menulis)

Tulisan tangan secara gradual menjadi kecil dan rapat, pada beberapa kasus hal ini merupakan gejala dini.

Langkah dan gaya jalan (sikap Parkinson )

Berjalan dengan langkah kecil menggeser dan makin menjadi cepat ( marche a petit pas ), stadium lanjut kepala difleksikan ke dada, bahu membengkok ke depan, punggung melengkung bila berjalan.

Bicara monoton

Hal ini karena bradikinesia dan rigiditas otot pernapasan, pita suara, otot laring, sehingga bila berbicara atau mengucapkan kata-kata yang monoton dengan volume suara halus ( suara bisikan ) yang lambat.

 Disfungsi otonom

Keringat berlebihan, air ludah berlebihan, gangguan sfingter terutama inkontinensia dan hipotensi ortostatik.
 Gangguan behavioral

Lambat-laun menjadi dependen ( tergantung kepada orang lain ), mudah takut, sikap kurang tegas, depresi.
Cara berpikir dan respon terhadap pertanyaan lambat ( bradifrenia ) biasanya masih dapat memberikan jawaban yang betul, asal diberi waktu yang cukup.

Dimensia

Adanya perubahan status mental selama perjalanan penyakitnya dengan deficit kognitif.

lain-lain

kedua mata berkedip-kedip dengan gencar pada pengetukan diatas pangkal hidungnya ( tanda Myerson positif )

DIAGNOSIS

Diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dab pemeriksaan penunjang. Pada setiap kunjungan penderita :

  1. Tekanan darah diukur dalam keadaan berbaring dan berdiri, hal ini untuk mendeteksi hipotensi ortostatik.
  2. Menilai respons terhadap stress ringan, misalnya berdiri dengan tangan diekstensikan, menghitung surut dari angka seratus, bila masih ada tremor dan rigiditas yang sangat, berarti belum berespon terhadap medikasi.
  3. Mencatat dan mengikuti kemampuan fungsional, disini penderita disuruh menulis kalimat sederhana dan menggambarkan lingkaran-lingkaran konsentris dengan tangan kanan dan kiri diatas kertas, kertas ini disimpan untuk perbandingan waktu follow up berikutnya.

PENYEBAB PENYAKIT PARKINSON

 

Penyakit parkinson terjadi ketika sel saraf atau neuron di dalam otak yang disebut substantia nigra mati atau menjadi lemah. Secara normal sel ini menghasilkan bahan kimia yang penting di dalam otak yang disebut dopamine. Dopamine adalah suatu bahan kimia yang dapat menghantarkan sinyal-sinyal listrik diantara substantia nigra dan di sepanjang jalur sel saraf yang akan membantu menghasilkan gerakan tubuh yang halus. Ketika kira-kira 80% sel yang memproduksi dopamine rusak, gejala penyakit parkinson akan nampak. Kebanyakan orang-orang dengan penyakit Parkinson tidak mempunyai penyebab spesifik. Namun beberapa diantaranya dapat disebabkan karena keturunan, toksin / racun, trauma kepala, dan penyakit Parkinson drug-incuded.

Keturunan
Di tahun terakhir, sejumlah mutasi genetic yang spesifik penyebab penyakit Parkinson telah ditemukan, termasuk dalam populasi tertentu ( Contursi, Italia) dan terdapat dalam suatu kasus minoritas penyakit Parkinson. Seseorang yang mederita penyakit Parkinson kemungkinan mempunyai keluarga yang juga mempunyai penyakit Parkinson. Namun bagaimanapun juga, hal ini tidak berarti bahwa penyakit tersebut telah diteruskan secara genetik.

Toksin / Racun
Suatu teori menyebutkan bahwa penyakit bisa mengakibatkan banyak orang mudah terluka yang diakibatkan oleh toksin dan lingkungan. Hipotesis ini berkonsisten dengan fakta bahwa Penyakit parkinson tidakl tersebar secara homogen ke seluruh populasi, melainkan, timbulnya nya bervariasi secara geografis. Timbulnya variasi juga disebabkan oleh waktu.
Racun yang disuga sangat kuat saat ini yaitu pestisida dan transition-series logam seperti mangan atau besi, terutama yang menghasilkan species reaktif oksigen dan dapat mengikat neuromelanin, seperti yang disarankan oleh G.C Cotzias. MPPT yang digunakan sebagai contoh untuk penyakit Parkinson yang dengan cepat mempengaruhi gehjala Parkinson dimanusia dan binatang lain. Racunnya kemungkinan datang dari generasi species reaktif oksigen yang diturunkan.

Kepala terluka / Trauma Kepala
Kepala yang dulu pernah terluka dan sering di keluhkan oleh penderita kemungkinan untuk terjadinya penyakit Parkinson lebih besar dibandingkan dengan mereka yang belum pernah menderita luka di kepala secara serius. Resiko terkenanya penyakit Parkinson meningkat 8 kali lipat untuk pasien yang pernah di opname karena luka di kepala yang serius.

Penyebab obat
Anipsychotics yang digunakan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan, dapat mempengaruhi gejala penyakit parkison akibat penurunan aktivitas dopaminergic.

Dalam mencegah umpan balik, L-dopa juga dapat menyebabkan gejala penyakit Parkinson yang pada awalnya membebaskan Dopamin agonists yang dapat juga berperan untuk timbulanya gejala penyakit Parkinson dengan terus meningkatkan kepekaan dopamine sel yang peka terhadap rangsangan.

Diagnosa Penyakit Parkinson

Diagnosa penyakit parkinson didasarkan dengan pengambilan data-data riwayat pasien secara hati-hati dan dengan pemeriksaan fisik pasien yang dikaitkan dengan gejala-gejalanya. Hingga saat ini belum ditemukan test laboratorium atau alat pencitraan yang dapat mengkonfirmasi penyakit parkinson. Pencitraan resonansi magnetik atau yang dikenal dengan MRI mungkin menunjukan kondisi lain yang mempunyai gejala serupa dengan penyakit parkinson.5 Oleh karena itu pasien yang mempunyai gejala-gelaja serupa disarankan utuk mencari seorang ahli saraf pada penyakit parkinson.

FARMAKOTERAPI

Levodopa ( L-dopa )
Banyak dokter menunda pengobatan simtomatis dengan levodopa sampai memang dibutuhkan. Bila gejala pasien masih ringan dan tidak mengganggu, sebaiknya terapi dengan levodopa jangan dilakukan. Hal ini mengingat bahwa efektifitas levodopa berkaitan dengan lama waktu pemakaiannya.Levodopa melintasi sawar-darah-otak dan memasuki susunan saraf pusat. Disini ia mengalami perubahan ensimatik menjadi dopamine. Dopamin menghambat aktifitas neuron di ganglia basal.
Efek samping levodopa, Efek sampingnya dapat berupa:

  1. Neusea, muntah, distress abdominal
  2.  Hipotensi postural
  3. Sesekali akan didapatkan aritmia jantung, terutama pada penderita  yang berusia lanjut. Efek ini diakibatkan oleh efek beta-adrenergik dopamine pada system konduksi jantung. Ini bias diatasi dengan obat beta blocker seperti propanolol.
  4. Diskinesia. Diskinesia yang paling serin ditemukan melibatkan anggota gerak, leher atau muka. Diskinesia sering terjadi pada penderita yang berespon baik terhadap terapi levodopa. Beberapa penderita menunjukkan gejala on-off yang sangat mengganggu karena penderita tidak tahu kapan gerakannya mendadak menjadi terhenti, membeku, sulit. Jadi gerakannya terinterupsi sejenak.
  5. Abnormalitas laboratorium. Granulositopenia, fungsi hati abnormal dan ureum darah yang meningkat merupakan komplikasi yang jarang terjadi pada terapi levodopa.Inhibitor dopa dekarboksilasi dan levodopa Untuk mencegah agar levodopa tidak diubah menjadi dopamin di luar otak, maka levodopa dikombinasikan dengan inhibitor enzim dopa dekarboksilase. Untuk maksud ini dapat digunakan karbidopa atau benserazide (madopar ).Dopamin dan karbidopa tidak dapat menembus sawar-otak-darah. Dengan demikian lebih banyak levodopa yang dapat menembus sawar-otak-darah, untuk kemudian dikonversi menjadi dopamine di otak. Efek sampingnya umumya hampir sama dengan efek samping yang ditimbulkan oleh levodopa.Bromokriptin Bromokriptin adalah agonis dopamine, obat yang langsung menstimulasi reseptor dopamine, diciptakan untuk mengatasi beberapa kekurangan levodopa. Efek samping dari bromokriptin sama dengan efek samping levodopa.
    Obat ini diindikasikan jika terapi dengan levodopa atau karbidopa tidak atau kurang berhasil, atau bila terjadi diskinesia atau on-off.Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa efek baik dari bromokroptin akan menurun. Masih belum jelas apakah penurunan ini disebabkan karena usia lanjut atau karena adanya toleransi terhadap obat.

Obat antikolinergik
Obat ini akan menghambat sistem kolinergik di ganglia basal. Berkurangnya input inhibisi mengakibatkan aktifitas yang berlebihan pada system kolinergik.
Pada penderita Parkinson yang ringan dengan gangguan ringan antikolinergik paling efektif. Obat antikolinergik mempunyai efek samping bila dimakan bersama dengan levodopa.
Mulut kering, konstipasi dan retensio urin merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada penggunaan obat antikolinergik. Gangguan memori, ganggua pertimbangan dapat terjadi, demikian juga halusinasi pada penggunaan obat ini.

Antihistamin
Cara kerja obat antihistamin pada penyakit Parkinson belum terungkap. Sebagian besar dari obat ini mempunyai sifat antikolinergik ringan yang mungkin mendasari kasiatnya pada Parkinson. Antihistamin berguna untuk mengontrol tremor. Pada stadium dini, obat ini digunakan tunggal, bila penyakit Parkinson sudah lanjut obat ini digunakan sebagai tambahan pada levodopa atau bromokriptin.

Amantadin
Amantadin barangkali membebaskan sisa dopamine dari simpanan presinaptik di jalur nigrostriatal. Obat ini dapat memberikan perbaikan lebih lanjut pada penderita yang tidak dapat mentolerasi dosis levodopa atau bromokriptin yang tinggi.
Efek samping
Edeme di ekstremitas bawah, insomnia, mimpi buruk,. Jarang dijumpai hipotensi postural, retensio urin, gagal jantung.

Selegiline ( suatu inhibitor MAO jenis B )
Inhibitor MAO diduga berguna pada penyakit Parkinson karena neuotransmisi dopamine dapat ditingkatkan dengan mencegah perusakannya. Selegiline dapat pula memperlambat memburuknya sindrom Parkinson, dengan demikian terapi levodopa dapat ditangguhkan selama beberapa waktu.

PERAWATAN (Terapi)
Perawatan Penyakit Parkinson
Perawatan pada penderita penyakit parkinson bertujuan untuk memperlambat dan menghambat perkembangan dari penyakit itu. Perawatan ini dapat dilakukan dengan pemberian obat dan terapi fisik seperti terapi berjalan, terapi suara/berbicara dan pasien diharapkan tetap melakukan kegiatan sehari-hari.
Beberapa obat yang diberikan pada penderita penyakit parkinson:
Penderita Parkinson dengan gejala yang sudah jelas tidak perlu dirawat di rumah sakit. Banyak terapi yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit Parkinson.
Terapi Fisik
Sebagian terbesar penderita Parkinson akan merasa efek baik dari terapi fisik. Pasien akan termotifasi sehingga terapi ini bisa dilakukan di rumah, dengan diberikan petunjuk atau latihan contoh diklinik terapi fisik. Program terapi fisik pada penyakit Parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis terapi disesuaikan dengan perkembangan atau perburukan penyakit, misalnya perubahan pada rigiditas, tremor dan hambatan lainnya.

Terapi Suara
Perawatan yan paling besar untuk “kekacauan suara” yang diakibatkan oleh penyakit Parkinson adalah dengan Lee Silverman Voice Treatment ( LSVT ). LSVT focus untuk meningkatkan volume suara.
Suatu studi menemukan bahwa alat elektronik yang menyediakan umpan balik indera pendengar atau frequency auditory feedback (FAF) untuk meningkatkan kejernihan suara.

sumber lain

  1. AnticholinergicsBenztropine ( Cogentin), trihexyphenidyl ( Artane).Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. Untuk mengaluskan pergerakan.
  2. Carbidopa/levodopaLevodopa merupakan pengobatan utama untuk penyakit parkinson. Di dalam otak levodopa dirubah menjadi dopamine. Obat ini mengurangi tremor, kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. Penderita penyakit parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal. Levodopa diberikan bersama carbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya.
  3. COMT inhibitorsEntacapone (Comtan), Tolcapone (Tasmar).Untuk mengontrol fluktuasi motor pada pasien yang menggunakan obat levodopa.
  4. Dopamine agonistsBromocriptine (Parlodel), Pergolide (Permax), Pramipexole (Mirapex),Obat ini di berikan pada awal pengobatan, dan sering kali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru.
  5. MAO-B inhibitorsSelegiline (Eldepryl), Rasagaline (Azilect). Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. Untuk mengaluskan pergerakan.
  6. Amantadine (Symmetrel) Berguna untuk perawatan akinesia, dyskinesia, kekakuan, gemetaran.Selain terapi obat yang diberikan, pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan, karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk menelan sehingga bisa terjadi kekurangan gizi (malnutrisi) pada penderita. Makanan berserat akan membantu mengurangi ganguan pencernakan yang disebabkan kurangnya aktivitas, cairan dan beberapa obat.
penyakit parkinsonParkinson merupakan penyakit degenerasi saraf progresif. Parkinson sering ditandai oleh gejala tremor atau kita kenal dengan gemetar walaupun gejalanya belum terlalu jelas pada awal penyakit itu datang.
gejalanya belum terlalu jelas diawal-awal penyakit, hilang-timbul dan tidak khas. Gejala yang paling sering ditemukan adalah adanya tremor atau gemetaran. Apabila berjalan, biasanya tangan akan bergerak. Namun kalau si penderita Parkinson terkena di bagian sisi kanan, tangan kanannya tidak bergerak alias diam saja. Walaupun begitu, dari 25 persen jumlah pasien Parkinson, gejala yang hampir sering timbul adalah tremor.
gejala lainnya yang bisa terlihat saat menulis. Saat menulis, tulisan penderita parkinson biasanya lama-lama akan semakin mengecil sampai tidak terbaca. Dan jika terjadi di usia produktif, maka akan mengganggu pekerjaannya. Selain itu, gejala lain Parkinson bisa dilihat dari ekspresi wajah, di mana ekspresinya cenderung kaku seperti topeng. Gangguan suara hingga menjadi kecil, serta adanya gangguan kordinasi di tangan juga termasuk gejala-gejala penyakit parkinson.

Gejala-gejala klasik timbulnya penyakit parkinson

Tremor
Tremor sering terjadi ketika istirahat. Contohnya adalah saat seseorang istirahat, tidak melakukan kegiatan apapun namun tiba-tiba tangannya gemetar. Contoh lain adalah saat sedang berbicara, ibu jari bergerak sendiri.


Ridigitas
Pasien biasanya terlihat kaku, terlebih saat berjalan.

Akinesia
Jika kita memperhatikan pasien Parkinson, matanya jarang berkedip. Mukanya juga terlihat kaku seperti topeng dan tidak ada ekspresi.

Postural disability
Pasien parkinson cenderung tidak stabil saat berjalan, bahkan kadang-kadang jatuh.


Diagnosa Penyakit Parkinson
Penyakit parkinson murni didiagnosis secara klinis, tidak ada pemeriksaan laboratorium atau MRI dalam mendeteksi penyakit parkinson. Maka dari itu, untuk mendiagnosis apakah seseorang terkena penyakit parkinson atau tidak, diperlukan dokter-dokter yang sangat berkompeten dibidangnya sebagai contoh dokter spesialis saraf. Hal ini dikarenakan dokter spesialis saraf mempelajari penyakit tersebut.
Seseorang didiagnosis penyakit Parkinson apabila ada dua gejala klasik dari tiga gejala yang telah disebutkan tadi. Gejala keempat yang disebut postural disability merupakan gejala yang sudah parah.
 gejala klasik Parkinson tersebut juga bisa terjadi pada penyakit lainnya akibat kerusakan otak, misalnya adalah penyakit stroke. Pasien-pasien yang pernah mengalami infeksi otak bisa juga mengalami gejala-gejala itu. Hal-hal yang seperti ini disebut Parkinsonisme, gejala-gejala Parkinson yang diakibatkan oleh penyakit lain di otak.


Pengobatan tepat kendalikan gejala parkinson


Kamis, 11 April 2013 18:12 WIB | 4875 Views



Ilustrasi rekam otak normal, terserang parkinson dan pasca-parkinson. (ts-1.eee.hku.hk)
"Parkinson adalah penyakit yang unik..."
pengobatan yang tepat dapat mengendalikan gejala akibat penyakit parkinson, meskipun penyakit itu bersifat kronis progresif,

"Pengobatan pada penyakit parkinson tidak bisa menghilangkan penyakit sepenuhnya, namun penanganan yang tepat terhadap penyakit ini akan memperlambat perburukan gejala secara bermakna dan membuat kehidupan pasien menjadi lebih baik,"


parkinson adalah penyakit degenerasi saraf yang progresif karena gangguan pada otak di bagian ganglia basalis, di mana terjadi kematian sel substansia nigra yang mengandung dopamin.

Dopamin merupakan suatu bahan kimia neurotransmiter yang bermanfaat untuk mengantarkan sinyal berupa impuls listrik di sepanjang jalur saraf motorik untuk menggerakkan otot-otot tubuh.

Selain itu, dopamin senyawa di otak yang berperanan dalam sistem “keinginan dan kesenangan” sehingga meningkatkan rasa senang.

Pada penyakit parkinson,, sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran fungsi sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit.

Parkinson mengabadikan nama dokter Inggris, James Parkinson, yang pada tahun 1817 pertama kali menjelaskan gangguan penyakit tersebut secara rinci sebagai "menimbulkan lumpuh."

Penyakit parkinson, dikemukakannya, terutama didapati pada pasien berusia di atas 50 tahun, dan hal itu menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.

"Gejala utama penyakit parkinson biasanya adalah gemetar atau tremor, kekakuan lingkup gerak sendi atau rigiditas, melambatnya seluruh gerakan motorik atau bradikinesia, dan ketidakseimbangan postur tubuh

 

penatalaksanaan pengobatan parkinson setidaknya meliputi empat jenis penanganan, antara lain terapi medik atau farmakologi, terapi fisik (fisioterapi), terapi psikis (psikoterapi), dan operasi (surgical).

Terkait terapi farmakologi, kata dia, terapi dilakukan dengan menggunakan obat untuk memberi asupan dopamin dari luar tubuh guna mengatasi kekurangan produksi dopamin di otak.

"Diperlukan juga obat yang berfungsi meningkatkan efektivitas pada reseptor (penerima,red) dopamin di otak sehingga dopamin yang jumlahnya sedikit dapat dipergunakan secara maksimal," jelasnya.

Ada berbagai sediaan obat di pasaran untuk penyakit parkinson, namun obat utama untuk penyakit itu tetaplah obat golongan Levodopa, kata dia.

"Hingga kini, levodopa masih merupakan 'standar emas' untuk pengobatan parkinson yang mampu memperlambat proses perburukan penyakit. Cara kerja obat itu adalah meningkatkan ketersediaan dopamin pada pasien parkinson," ungkapnya.

Secara umum, dikatakannya, seluruh pasien parkinson memberikan respon yang baik terhadap pengobatan levodopa yang dikombinasikan dengan benserazide.

"Kombinasi kedua obat itu akan meningkatkan perbaikan dari gejala-gejala parkinsonesme sehingga meningkatkan harapan hidup pasien," ujarnya.

 

 Ada beberapa terapi fisik yang biasanya dianjurkan untuk pesakit parkinson, antara lain terapi okupasi (terapi pekerjaan), latihan gerak badan, dan terapi wicara untuk pasien yang mengalami kaku otot wajah dan rahang hingga sulit berbicara.

Untuk terapi psikis, pesakit  parkinson dapat mengikuti konseling dan kegiatan sosial karena penyakit parkinson sering membuat penyandangnya mengalami isolasi sosial maupun penurunan kepercayaan diri.

"Kegiatan kreatif yang melibatkan kelompok atau keluarga adalah sarana bersosialisasi dan sarana terapi yang efektif bagi mereka," jelasnya.

Adapun tindakan operasi atau pembedahan dalam penanganan parkinson, dikemukakannya, jarang sekali dilakukan, dan hal itu hanya untuk kasus-kasus parkinson yang parah.

 Dalam proses tata laksana pengobatan parkinson, dokter harus tetap mempertimbangkan keinginan dan keperluan pesakit.

"Parkinson adalah penyakit yang unik, baik meliputi gejala dan tanda penyakit yang bervariasi antara satu penyandang dengan yang lain, maupun pengobatan yang dipakai. Oleh karena itu, walaupun dokter berperan besar dalam proses pengobatan, keinginan dari pasakit harus menjadi pertimbangan," katanya.
 

Waktu mulai pemberian obat dan jenis sediaan obat yang dipakai oleh para penderita parkinson sangat tergantung pada beberapa hal yang menyangkut kondisi penyandang penyakit itu, antara lain usia, jenis gejala yang menonjol, jenis pekerjaan, ekpektasi penyandang terhadap penyakit dan hasil pengobatan, serta kemampuan finasial.

"Semua komponen pertimbangan tersebut bersifat sangat individual sehingga pengobatan akan sangat berbeda antara satu penyandang dengan penyandang yang lain," ujarnya.

Sabtu, 4 Januari 2014

Penyakit Ekzema / Kerap kencing / Sakit Kepala

  • KLIK UNTUK TAJUK

  • Penyakit Ekzema 

 




Penyakit ekzema merupakan sejenis penyakit genetik yang dikaitkan dengan sistem pertahanan diri seseorang yang bertindak balas secara serius terhadap punca yang mengakibatkan alahan. Ini menyebabkan kulit menjadi kemerah-merahan, gatal dan rasa pedih.

Bagi ekzema pada tahap ringan ke sederhana, masalah ini mengakibatkan kulit kering, panas dan gatal, manakala dalam kes-kes yang serius, ia menjadi merekah dan boleh mengakibatkan pendarahan.

Menurut pakar-pakar dermatologi, permintaan untuk rawatan ekzema di Malaysia meningkat sebanyak 20 peratus sejak tahun 2001 terutamanya yang melibatkan kanak-kanak.

Ekzema atopik diramalkan akan memberi kesan sehingga 14 peratus kepada kanak-kanak yang menunjukkan risiko berkaitan dengan atopi seperti deman alergi dan asma.

Faktor Berlakunya Penyakit Ekzema

Beberapa faktor-faktor utama yang menyumbang kepada peningkatan jumlah kes adalah seperti peningkatan suhu dan kelembapan disebabkan perubahan cuaca.

Lain-lain faktor termasuklah pencemaran alam sekitar, pelbagai bahan tambahan kimia, bahan cuci kasar, logam dan kosmetik yang boleh mendatangkan kesan alergi kepada individu yang mudah menghidap ekzema.

“Trend ini juga dikaji di negara-negara maju seperti United Kingdom dan Amerika Syarikat, di mana peningkatan kes ekzema mempunyai kesan besar kepada kos kesihatan,” menurut Dr. Steven Chow, perunding kanan dermatologi merangkap presiden Persekutuan Majlis Pengamal-pengamal Perubatan Swasta Malaysia atau Federation of Private Medical Practitioners Association of Malaysia (FPMPAM)
“Melainkan mereka yang mempunyai risiko seperti kanak-kanak mempunyai pelan pengurusan jangka panjang, permintaan bagi rawatan akan terus meningkat oleh kerana kemungkinan pengulangan keradangan walaupun setelah dewasa,” tambahnya.

Menurut Dr. Chow lagi, kaji selidik yang dijalankan di Amerika Syarikat menunjukkan bahawa 23 peratus daripada individu yang menghidap dermatitis atopi tidak menggunakan pelembap dan 29 peratus tidak menggunakan pencuci yang sesuai. Kemungkinan ia juga berlaku di Malaysia.

“Dengan mengenal pasti dan menghindari penggunaan produk penjagaan kulit yang tidak sesuai, ahli keluarga dan individu boleh mencapai pengawalan ekzema untuk jangka masa panjang yang juga boleh mengurangkan perbelanjaan mereka dalam penjagaan kesihatan.

Perunding dermatologi Dr. Mardziah Alias pula berkata, penggunaan sabun dan bahan cuci kasar merupakan penyebab biasa ekzema kerana ia mengandungi bahan kimia yang boleh menghilangkan kelembapan kulit.

“Dengan menggunakan pelembap, mereka boleh menghalang kulit daripada menjadi kering sementara ia meningkatkan lapisan perlindungan semula jadi kulit terhadap faktor-faktor penyebab ekzema.
“Yang terbaik adalah krim yang mempunyai dwi-fungsi untuk melembap dan pada masa sama sebagai agen antikeradangan untuk melegakan kulit.

Apakah petua untuk menjaga kulit ini?

Hadkan penggunaan

Sebaik-baiknya elakkan penggunaan produk isi rumah seperti pembersih, detergen, losen lepas mencukur, sabun, gasolin dan turpentin. Produk seperti ini cenderung menyebabkan iritasi kulit.

Pakai sarung tangan

Sarung tangan plastik atau vinil boleh melindungi kulit daripada terdedah kepada bahan-bahan yang berupaya menjejaskan kesihatan kulit.

Kain kapas atau kombinasinya

Fabrik bulu atau sesetengah tekstil sintetik boleh menyebabkan iritasi kulit. Mereka yang mempunyai kulit sensitif akan berasa lebih selesa mengenakan pakaian yang diperbuat daripada kapas atau kombinasi kapas.

Sewaktu mandi

Mandi dengan hanya menggunakan sabun lembut tanpa pembersih yang boleh digunakan dengan atau tanpa air. Kekalkan suhu air pada kadar dingin atau suam dan bukan panas.

Berendam dalam tab mandi untuk seketika adalah baik untuk kulit. Ini kerana lapisan luar kulit boleh menyerap air dan mengelakkan kekeringan. Seboleh-bolehnya rendam selama 15 hingga 20 minit.

Kemudian, gunakan tuala lembut untuk mengelap kulit. Jangan sesekali menggaru kulit. Sebaik sahaja selesai mencukur, sapukan pelembap pada kulit anda. Ini dapat mengekalkan tahap kelembapan kulit.

Losen

Pelembap menjadikan kulit lebih lembut dan fleksibel. Elakkan pelembap yang mengandungi pewangi dan pelbagai bahan tambahan. Sesetengah pelembap berbentuk krim sesuai untuk kulit kanak-kanak. Ini kerana kandungannya yang tidak berminyak dan mengandungi agen antikeradangan yang sesuai dengan kesan pelembap dan boleh memanfaatkan kulit ekzema. Amalkannya setiap hari.

Menggaru

Elakkan daripada menggaru kawasan yang terdedah biarpun gatal. Menggaru boleh menyebabkan kulit merekah. Sebaliknya, gunakan pelembap untuk menangani kegatalan tersebut. Ibu bapa boleh memakaikan sarung tangan pada bayi mereka bagi mengelakkan si kecil daripada menggaru.

Berpeluh


Kepanasan atau berpeluh melampau boleh mengakibatkan kegatalan kulit. Jika boleh, elakkan aktiviti yang boleh membuatkan anda berasa terlalu panas dan berpeluh secara berlebihan.

Tekanan

Belajarlah cara untuk mengenal pasti dan berdepan dengan tekanan. Teknik pengurangan tekanan sedikit sebanyak boleh membantu mengatasi masalah ini daripada bertambah teruk.

Penjagaan khas

Bahagian yang terjejas akibat ekzema akan mudah menerima kesan iritasi. Ini bermakna penjagaan khas masih diperlukan. Jadi, teruskan 


Kerap kencing tanda sakit


Ramai rahsiakan derita buang air kecil yang jadi petanda pundi kencing bermasalah

TAHUKAH anda, kekerapan membuang air kecil sebenarnya turut menentukan tahap kesihatan pundi kencing anda? Lebih sukar lagi, keinginan atau gesaan membuang air kecil bukan sekadar masalah kecil tetapi turut menjadi petanda anda berkemungkinan besar mengalami gejala dikenali pundi kencing terlalu aktif atau Overactive Bladder (OAB).

Apa yang dikesali, majoriti mereka yang mengalami masalah kesihatan ini lebih sanggup menderita dalam diam daripada berkongsi dengan rakan-rakan rapat, keluarga mahupun pakar kesihatan. Alasan mereka – malu atau menganggap ia sebahagian daripada kesan atau proses peningkatan usia. Masalah sukar kawal kencing (incontinent) atau inkontinens itu turut menjejaskan kehidupan seharian.

Ramai yang salah faham mengenai masalah ini apabila menganggap OAB sesuatu yang lumrah padahal ia sebenarnya boleh dirawat. Tindakan membiarkan masalah itu berlarutan sebaliknya boleh mengundang padah kerana ia menjejaskan kehidupan lelaki dan wanita pada semua peringkat umur.

Silap jika ada yang beranggapan masalah ini cuma dihadapi mereka di peringkat usia lanjut kerana gadis remaja pun tidak terkecuali. Kajian yang dilakukan ke atas wanita di 11 negara di Asia mendapati 53.1 peratus individu berusia di antara 29 hingga 59 dibelenggu masalah itu.
Apakah puncanya OAB ini? Ia disebabkan keadaan pundi kencing yang terlalu aktif sehingga menyebabkan pesakit perlu kerap ke tandas.
Tanda-tanda paling penting OAB adalah rasa terdesak untuk buang air kecil, diikuti kekerapan dan perlu bangun sehingga dua kali atau lebih pada waktu siang atau malam untuk kencing.
Bagaimanapun OAB juga wujud pada individu yang mempunyai sistem saraf yang normal. Sebagai contoh jangkitan saluran kencing, batu karang atau ketumbuhan pundi kencing boleh menyebabkan aktiviti melampau pada otot ‘detrusor’ yang membawa gejala OAB. Apapun, punca sebenar yang menyebabkan OAB masih tidak dapat dipastikan.
Pakar urologi dan Presiden Yayasan Kontinens Malaysia (CFM), Dr Peter Ng, menjelaskan OAB boleh dilihat berdasarkan tiga ciri utama iaitu kekerapan, terdesak/gesaan dan bangun malam (F.U.N Frequency Urgency and Nocturia).
“Kekerapan bermaksud pesakit OAB berulang ke tandas berkali-kali manakala terdesak/gesaan menjelaskan rasa terdesak untuk membuang air kencing yang sukar ditangguh. Bangun malam pula merujuk kepada perbuatan sering bangun malam untuk membuang air kecil. Antara semua tanda-tanda ini, kekerapan adalah gejala yang paling penting dalam membuat penilaian OAB.
“Keadaan ini bukan saja merimaskan malah menyusahkan pesakit. Bayangkan mereka terpaksa ke tandas sebegitu kerap. Malah rasa gelisah sering melanda apabila mereka terpaksa melakukan tugasan penting seperti bermesyuarat sedangkan mereka asyik ke tandas.
“Selain itu, tidur dan rehat pesakit dan pasangannya juga boleh terganggu kerana sering terbangun malam untuk buang air kecil,” katanya selepas pelancaran sejenis pil bagi melegakan OAB keluaran GlaxosmithKline (GSK) yang dikenali Vesicare (Solifenacin succinate), baru-baru ini.
Menurutnya, masalah itu menyebabkan penghidap OAB terpaksa remeh memikirkan lokasi tandas berhampiran tempat dituju.
“Akibatnya, mereka rasa tertekan, menyisihkan diri dan mengehadkan aktiviti yang menyebabkan kesejahteraan dan kualiti hidup terjejas,” katanya.
Jelas Dr Peter lagi, ramai yang menghidap OAB keberatan untuk mendapatkan rawatan walaupun sekian lama terganggu akibat desakan untuk ke tandas. Ada yang malu untuk membincangkan secara terbuka manakala ramai yang menyangka ia adalah sebahagian daripada proses penuaan dan tidak perlukan perhatian dari segi perubatan.
“OAB adalah penyakit yang disahkan dan boleh dirawat dengan bantuan perubatan. Malah amalan senaman yang betul seperti senaman Kegel untuk melatih otot pelvik; melatih otot vagina; stimulasi elektrikal lantai pelvik selain terapi untuk melatih tabiat buang air kecil yang lebih sistematik boleh membantu,” katanya.
Jenis ubatan yang digunakan untuk melegakan masalah kesihatan ini ialah Oxybutinin (Ditropan), Tolterodine, Darifenacin dan terbaru dalam kumpulannya ialah Solifenacin atau Vesicare.
Fakta: Faktor risiko OAB
# Usia yang lanjut (20 peratus populasi berusia 70 ke atas mungkin akan melaporkan tanda OAB)
# Strok
# Kecederaan saraf tunjang
# Dementia
# Penyakit Parkinson
# Diabetes
# Pembesaran prostat
# Pembedahan prostat
# Hamil kembar
INFO: Tip tangani OAB
# Ambil kira jumlah pengambilan cecair dan waktu pengambilannya.
# Jauhi minuman kafein.
# Amalkan pengambilan makanan yang kaya dengan serat atau ambillah makanan tambahan yang berserat.
# Latih pundi kencing untuk melewatkan sedikit gesaan ke tandas apabila terasa ingin kencing.
# Sesetengah orang berhadapan dengan masalah untuk mengosongkan pundi kencing dengan sepenuhnya. Justeru, tunggu beberapa minit selepas membuang air kecil untuk membuang air kecil kali kedua. Ini bagi memastikan pundi kencing benar-benar kosong.
# Jadualkan waktu untuk anda membuang air kecil setiap hari. Misalnya, setiap dua atau tiga jam sekali. Ia lebih baik daripada anda ke tandas hanya selepas terasa ingin membuang air kecil.
# Lakukan senaman otot lantai pelvik bagi menguatkan otot berkenaan dan saluran kencing anda.
# Pakai pelapik seluar dalam bagi mengelakkan anda terkucil.
# Kekalkan berat badan yang ideal.
  


Sakit Kepala

Terapi Pernafasan Untuk Sakit Kepala Dan Keletihan


Seringkali apabila keletihan, kita akan berasa pening kepala, begitu juga sebaliknya. Kemungkinan stress semasa kerja, tak cukup tidur dan sebagainya. Hal ini banyak berlaku dikalangan pelajar sekolah atau universiti dan tidak ketinggalan golongan pekerja. Terapi Pernafasan Untuk Sakit Kepala Dan Keletihan adalah jalan penyelesaian kepada kita yang sering dibelenggu masalah stress.Terapi ini amat mudah dilakukan. 1. Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan disebelah kanan. Apakah fungsinya sama untuk menarik dan membuang nafas ? 2. Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bezanya, sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas ) dan sebelah kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin ). 3. Jika sakit kepala , cubalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 minit , sakit kepala akan sembuh . 4. Jika anda merasa lelah , tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan . Lakukan ulang-alik . Tak lama kemudian, anda akan merasakan segar kembali. Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga banyak sekali panas , lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin . 5. Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri , sehingga hatinya cepat menjadi dingin . Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan , sehingga cepat sekali marah . 6. Apakah anda pernah memperhatikan pada saat bangun tidur, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat ? Sebelah kiri atau kanan ? Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat , anda akan merasa sangat lelah . Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas , anda akan merasa segar kembali dengan cepat. Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak , tetapi kesannya akan lebih baik jika diterapkan kepada orang dewasa . 7. Saya biasanya merasakan sakit kepala , dan rasanya perit. Kemudian saya berjumpa doktor dan beliau bergurau: “Anda akan sembuh jika berumah tangga !” Doktor itu tidak bercakap kosong. Apa yang dia sampaikan adalah berdasarkan teori dan testimoni. Selama itu, setiap malam saya merasakan sakit kepala dan tidak dapat belajar. Saya mengambil ubat , tetapi tidak sembuh . 8. Pada suatu malam, saya duduk bermeditasi dan menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri . Dalam kurang dari satu minggu , sakit kepala saya sembuh . Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang , sakit kepala saya tidak berulang lagi. 9. Ini adalah pengalaman saya sendiri . Saya beritahukan hal ini kepada orang lain, jika sakit kepala, cubalah cara tersebut kerana sangat efektif buat saya. Banyak orang lain telah mencubanya dan berhasil . Ini adalah terapi alam, tidak seperti makan ubat dalam jangka panjang yang memungkinkan ada kesan sampingannya. Jadi kenapa anda tidak mencubanya ? 10. Dengan mempraktikkan terapi pernafasan ini secara betul (menarik dan mengeluarkan nafas), keadaan tubuh anda akan sangat tenang. Selamat mencuba… Sumber dari Wazy84.com