Isnin, 18 Ogos 2014

Masalah Cacing - Worm Problem



Cara Atasi Anak Masalah Cacing









Jangkitan parasit pada usus, walaupun tidak serius diperkatakan seperti beberapa dekad lalu, ia terus menjadi isu dalam kesihatan orang ramai.
Menurut Pakar Parasitologi dan Kesihatan Masyarakat, Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Prof. Datin Dr. Norhayati Moktar, serangan cacing seperti cacing gelang dan cacing kerawit masih wujud.
Bukan sahaja kanak-kanak, ia turut menyerang orang dewasa terutama dalam kalangan mereka yang tinggal di kawasan setinggan dan perkampungan Orang Asli yang mempunyai masalah pembentungan dan saliran serta air bersih.
Masalah cacing boleh menyebabkan anemia yang serius dan kegagalan jantung yang teruk jika tidak dirawat.“Dengan adanya cacing tertentu di dalam tubuh seseorang, ia mengurangkan selera makan, mengganggu sistem penghadaman dan penyerapan makanan, kehilangan makanan melalui cirit-birit dan muntah serta gangguan metabolisma.
Masalah jangkitan cacing bagaimanapun tidak terhad pada sejenis cacing sahaja. Jangkitan cacing lain yang sering berlaku adalah cacing gelang dan cacing cemeti.

MESKIPUN saiz cacing kerawit kecil, kemampuannya untuk menjejaskan kesihatan tidak boleh dipandang ringan.



“Cacing kerawit misalnya, paling kerap menyebabkan kekurangan darah kerana ia boleh menghisap darah di dalam usus.
Justeru, masalah kurang darah yang kronik boleh mengganggu tumbesaran dan pembelajaran malah pada tahap lebih serius berupaya menyebabkan kegagalan jantung," katanya.
Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) mendedahkan, jangkitan cacing gelang (ascaris lumbricoides) adalah yang paling kerap berlaku iaitu membabitkan 1.22 bilion jangkitan, cacing cemeti (triciuris trichiura) 795 juta jangkitan manakala cacing kerawit (amcylostoma duodenale, necator americanus dan ancylostoma ceylanicum) 740 juta jangkitan.
Daripada jumlah itu, 400 juta kes membabitkan kanak-kanak yang mengalami masalah tumbesaran, aktiviti fizikal yang kurang cergas, lemah daya pemikiran dan mengalami masalah pembelajaran.
Serangan cacing di dalam usus ini juga antara penyebab utama sakit abdomen akut di kalangan kanak-kanak di kawasan endemik di negara tropika.


“Kajian status pemakanan di kalangan kanak-kanak berumur satu hingga tujuh tahun mendapati pengambilan zat besi adalah rendah dan ia berkait dengan jangkitan cacing,” tambah Norhayati.
Di samping itu, cacing yang dipindahkan melalui tanah seperti ascariasis dan trichuriasis, bukan sahaja terjadi pada kanak-kanak sekolah malah jangkitan cacing kerawit juga kerap terjadi pada orang dewasa.
“Ia turut berkait rapat dengan masalah buta malam sekiranya kanak-kanak tersebut mengalami infeksi parasit usus,” maklum Norhayati.

Cacing Pita Cestoda

Ciri Cestoda
  • Cestoda adalah cacing yang berbentuk pipih seperti pita yang merupakan endoparasit dan dikenal sebagai cacing pita (lihat gambar). 
  • Cacing dewasa hidup dalam usus Vertebrata dan larvanya hidup di jaringan vertebrata dan invetebrata 
  • Semua anggota Cacing kelompok Cestoda memiliki struktur pipih dan tertutup oleh kutikula ( zat lilin)
  • Cestoda disebut sebagai Cacing pita karena anggotanya berupa cacing yang bentuknya pipih panjang seperti pita.
  • CESTODA (Cacing Pita) terlihat secara morfologi : Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin. 
  • Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi. 
  • Tubuhnya Cacing pita (Cestoda) memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 - 3m dan terdiri dari bagian kepala (skoleks) dan tubuh (strobila). 
  • Kepala (skoleks) dilengkapi dengan lebih dari dua alat pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alat perkembangbiakan. Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit.
  • Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat pencernaan.
  • Contoh : Taenia solium Cacing pita manusia Menyebabkan Taeniasis solium. Pada skoleknya terdapat kait-kait sebagai alat pengisap yang matang menjadi alat reproduksinya. Memiliki hospes perantara Babi
  • Skoleks pada jenis Cestoda tertentu (Taenia solium ) selain memiliki alat pengisap, juga memiliki kait (rostelum)
  • Rostellum berfungsi untuk melekat pada organ tubuh inangnya.
  • Dibelakang skoleks pada bagian leher terbentuk proglotid.
  • Setiap proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium).
  • Tiap proglotid dapat terjadi fertilisasi sendiri.dan mempunyai rumah tangga sendiri ( metameri)
  • Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit.
  • Proglotid yang dibuahi ( yang matang ) terdapat di bagian posterior / paling bawah tubuh cacing.
  • Proglotid dapat melepaskan diri (strobilasi) dan keluar dari tubuh inang utama bersama dengan tinja.
  • Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat pencernaan.
-->Sistem eksresi terdiri dari saluran pengeluaran yang berakhir dengan sel api.

  • Sistem saraf sama seperti Planaria dan cacing hati, tetapi kurang berkembang.
  • Cestoda bersifat parasit karena menyerap sari makanan melalui permukaan tubuhnya secara osmosis
  • Penyerapan sari makanan terjadi dari usus halus inangnya melalui seluruh permukaan proglotid
  • Jadi sari makanan diserap langsung oleh seluruh permukaan tubuhnya karena cacing ini tidak memiliki mulut dan system pencernaan , skolex hanya untuk menempelkan dirinya ke usus
  • Manusia dapat terinfeksi Cestoda saat memakan daging hewan yang dimasak tidak sempurna, belum matang
  • Daging hewan hospes ( inang perantara ) yang mengandung Cysticercus
  • Inang pernatara Cestoda adalah hewan ternak misalnya Sapi yang tubuhnya terdapat Cisticercus jenis Taenia saginata yang ada pada ototnya dan Babi yang tubuhnya terdapat Cisticercus jenis Taenia solium yang ada pada ototnya.
  • di Kedua ternak itu Cacing pita hanya sementara terjadi cyclus ditubuhnya hingga membentuk Cysticercus
  • Jadi di sapi dan babi tidak dijumpai dala bentuk Dewasa ( yang dewasa di tubuh manusia) hanya bentuk larva
  • di Ternak berurutan cyclusnya : Telur - Oncosfer - Hexacant - Cysticercus ( T-O-H-C),
  • T-O-H-ada di Ususnya dan C(cysticercus) meninggalkan usus ke otot( daging )
  • Agar kita tidak kena Taeniasis ini dimasak yang matang dagingnya, dan manusia yang kena Taeniasis janganbuang air besar ke lingkungan , karena Faecesnya yang ada telurnya sangat kuat di lingkungan yang mungkin di rumput 
  • Siklus hidup cestoda, Proglottid Masak (terdapat dalam feses) bila tertelan oleh babi Þ Embrio Heksakan, menembus usus dan melepaskan kait-kaitnya Larva Sistiserkus (dalam otot lurik babi) tertelan manusia Cacing dewasa. 
  • Taenia saginata Cacing pita manusia. Menyebabkan Taeniasis saginata. Pada skoleknya tidak terdapat kait-kait. Memiliki hospes perantara Sapi. Daur hidup Taenia saginata sama dengan Taenia solium. 
  • Diphyllobothrium latum, Menyebabkan Diphyllobothriasis. Parasit pada manusia dengan hospes perantara berupa katak sawah (Rana cancrivora), ikan dan Cyclops. Echinococcus granulosus Cacing pita pada anjing
  • Himenolepis nana :Cacing pita yang hidup dalam usus manusia dan tikus. Tidak memiliki hospes perantara.
  • pemberian obat anti cacing sangat dianjurkan. Obat-obatan ini bisa diminum golongan obat anticacing albendazole dosis sehari 500 mg lebih baik , biasanya dosis 250 cacing mati dalam bentuk utuh

  • -->Contoh cacing golongan Cestoda ini adalah
    1. Taenia saginata (dalam usus manusia) di bawa oleh sapi
    2. Taenia solium (dalam usus manusia) dibawa oleh babi
    3. Choanotaenia infudibulum (dalam usus ayam)
    4. Echinococcus granulosus (dalam usus anjing)
    5. Diphyllobothrium latum (menyerang manusia melalui inang katak , ikan, Cyclops Udang udangan)
    6. Hymnelopsis nana ( di usus manusia , tikus tanpa inang perantara)
    -->
    Taenia solium
    • Taenia solium dewasa hidup parasit pada saluran pencernaan manusia (usus).
    • Inang perantaranya (hospes intermediet) adalah babi.
    • Tubuhnya berbentuk pipih, ukuran panjang tubuhnya dapat mencapai 3m.
    • struktur tubuh cacing ini terdiri atas kepala (skoles) dan rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid.
    • Pada bagian kepala terdapat 4 alat isap (Rostrum) dan alat kait (Rostellum) yang dapat melukai dinding usus.
    • Disebelah belakang skoleks terdapat leher/daerah perpanjangan (strobilus).
    Taenia saginata
    • Taenia saginata dewasa hidup sebagai parasit dalam usus manusia.
    • Cacing ini masuk kedalam tubuh manusia melalui perantara sapi (sebagai hospes intermediet).
    • Skoleks taenia saginata terdapatrostrum tetapi tidak mempunyai Rostelum (kait).
    • Jenis cacing ini kurang berbahaya bagi manusia dibandingkan taenia solium.

    Gejala atau tanda terinfeksi cacing pita antara lain :
    • perut terasa mulas dan mual,
    • kadang perih dan tajam menusuk-nusuk tetapi akan hilang sesudah makan
    • Selain itu muka pucat
    • sering pusing
    • kurang nafsu makan
    • feses berlendir


    PERBANDINGAN MORFOLOGI CACING PITA
    Diphyllobothrium latum
    • Merupakan jenis cacing pita yang hidup sebagai parasit pada manusia, anjing, kucing dan serigala.
    • Sebagai inang perantaranya adalah katak sawah (Rana cancrivora)ikan danCyclops.
    • Menyebabkan Diphyllobothriasis.
    • Daerah penyebarannya meliputi wilayah eropa, afrika, amerika utara dan jepang.
    Echinococcus granulosus
    • Jenis cacing pita berukuran kecil (berkisar antara 3-6mm) dan hidup sebagai parasit pada usus anjing liar / serigala dan karnivora lainnya.
    • Inang perantaranya adalah babi, biri-biri dan manusia.
    • Daerah penyebaran utama Australia, argentina dan pulau es.
    • Terlihat bahwa oncosfer yang berkembang menjadi Cysticercus di Biri biri (herbivora) dimakan sama hewan carnivora sehingga di tubuh Carnivora ( anjing / serigala ) menjadi cacing pita dewasa. cacing pita dewasa yang berada di tubuh carnivora akan melepaskan proglotidnya yang mengandung telur yang mature ke lapangan/ rumput untuk dimakan kembali hewan herbivora. OK
    Hymnelopsis nana
    • Jenis cacing pita kerdil yang hidup sebagai parasit pada manusia dan tikus.
    • Daerah penyebarannya meliputi seluruh dunia
    • Tanpa inang perantara

    Jadi
    • Manusia yang Ususnya terdapat cacing pita dewasa , di usus halusnya itu dipastikan Cacing pita tersebut pada Proglotid segmen terakhir yang masak “mature” banyak mengandung telur yang sudah dibuahi membentuk Zygot.
    • Dimana telur yang ada di Proglotid itu dilepaskan (Fragmentasi) sehingga mengikuti sisa makanan ke usus besar dan ke anus .
    • Telur yang berada bersama kotoran itu bisa bertahan selama berhari-hari atau berbulan bulan di lingkungannya .
    • Vegetasi yang ada di lingkungan misalnya rumput yang terkontaminasi oleh kotoran yang berisi proglotid berisi telur itu bila termakan oleh ternak ( Babi , Sapi) maka masukklah telur tersebut ke pencernaaan nya
    • Dalam usus ternak telur tergesek sehinngga menetas membentuk larva yang disebut Oncospheres
    • Oncosfer segera tumbuh membentuk larva Hexacant ( larva dengan 6 kait yang tajam)
    • Hexacant menginvasi dinding usus, dan bermigrasi ke otot lurik ( daging)
    • Di jaringan Otot ( daging) itulah larva bertahan membentuk cacing gelembung yang disebut Cysticercus
    • Sebuah cysticercus dapat bertahan hidup selama beberapa tahun di daging Ternak.
    • Manusia terinfeksi karena menelan mentah atau setengah matang daging yang terinfeksi / di dalamnya ada Cysticercusnya .
    • Dalam usus manusia Cysticercus berkembang lebih dari 2 bulan menjadi cacing pita dewasa , yang dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun.
    • Cacing pita dewasa melekat pada usus halus dengan Scolexnya { kepala) dan scolex mereka berada menancap di dinding usus halus
    • Panjang cacing dewasa Taenia saginata bisa mencapai sampai 25 m, sedang T. solium lebih pendek
    • Proglottids atau bagian segment nya dari cacing pita bagian posterior yang paling belakang ( paling dewasa) menghasilkan telur yang matang,
    • Proglotid itu kemudian dilepaskan dari cacing pita, dan bermigrasi ke usus besar , bersama kotoran segera le anus (sekitar 6 per hari) begitu seterusnya
    ]


    Cara mengatasi masaalah cacing – Ubat Cacing 
    Bagaimana mengubati masaalah cacing yang benar dan cepat dengan bahan semulajadi ? 
    Masaalah cacing di dalam perut akan mempengaruhi tubuh, terutama anak-anak.besar kecilnya pengaruh tersebut tergantung dari jenis  cacing itu sendiri yang meliputi faktor usia cacing, ukuran cacing, dan dibahagian mana cacing bersarang pada tubuh kita.
    Jenis cacing ganas seperti cacing pita dan cacing tambang sudah tentu akan menimbulkan masalah lebih besar daripada pengaruh yang ditimbulkan oleh jenis cacing yang tidak ganas, apalagi jika cacing ganas tersebut masih berusia muda dan berukuran besar, pennderita cacing sering di indentikan dengan kejangalan yang ditandai dengan adanya penurunan berat badan, nafsu makan berkurang  hal itu kerana cacing dapat menyebabkan sakit perut dan cirit-birit apabila  cacing tersebut berada di dalam usus, apabila cacing berada pada usus bahagian atas dekat hati atau perut maka akan menyebabkan batuk dan mual pada perut.
    Harus diketahui  gerakan cacing boleh menyebabkan hancurnya kotoran-kotoran yang ada dalam usus yang akhirya usus akan mendapat jangkitan,hal tersebut boleh menyebabkan ginjal, hati, empedu juga lambung tidak dapat bekerja sebgaimana kebiasaan, apalagi dengan bertambahnya lendir-lendir yang dikeluarkan oleh tubuh, yang akan menyebabkan sakit perut, susah makan dan juga cirit-birit. selain itu juga boleh menyebabkan penurunan nafsu makan, dan berat badan, juga berkurangnya imunisasi tubuh dan senang mendapat penyakit.
    Gejala Cacing.
    Tanda-tanda cacing pada anak memang sulit diketahui sebab sulitnya membedakan antara sakit akibat cacing dengan sakit lainya . Hal ini disebabkan karena masalah komunikasi dengan anak kurang baik, selain itu hampir semua keluhan berkenen cacing dan gejalanya juga nampak pada anak-anak yang sedang sakit lainya, seperti batuk-batuk, muntah-muntah, , perut kembung, susah makan dan lainya.
    Ciri-ciri masaalah cacing.
    Caran untuk memastikan gejala-gejala cacing pada anak boleh dilakukan dengan melihat struktur kotorannya tatkala berak atau dengan melihat cairanya, tatkala sedang muntah apakah ada cacingnya atau juga telur telurnya. Namun usaha ini juga sangat sulit bagi orang tua yang tidak terbiasa mengawall kotoran anak-anaknya, kerana telur cacing tidak mudah dikenali, apalagi bagi yang belum pernah tahu bentuk dari telur cacing.jadi pedoman dasar mengubati masaalah cacing dapat dikenali melalui kesan yang timbul dari cacing itu sendiri, jika muntahan anak ada cacingnya berarti cacingnya sudah dewasa akan tetapi jika anak hanya mengalami batuk-batuk atau cirit-birit maka cacingnya masih kecil.
    Cara mengubati masaalah cacing
    Cara mengubati masaalah cacing dapat dilakukan menggunakan ubat-ubat dipasaran, namun lebih baik anda menggunakan ubat-ubatan herbai secara semulajadi, sebab dalam proses pengubatan cacing pada anak  lebih sempurna.Caranya 
    Anda boleh menggunakan : Minyak Zaitun, Minyak kelapa murni, Parutan kelapa.
    Cara membuat ramuan : Gunakan parutan kelapa atau minyak kelapa yang dicampur dengan minyak zaitun. 
    Jika kesulitan mendapatkan minyak Zaitun cukup dengan kelapa atau minyak kelapa saja.  perlu anda ketahui cara pengubatan dengan menggunakan minyak kelapa tidak dapat mematikan cacing, akan tetapi hanya mengusir atau mengelurkan cacing sewaktu berak atau diluar berak saja.
    Ubat Cacing secara semulajadi
    1. Mengubati Cacing dengan lobak merah.
    Jika anda ingin membasmi cacing dalam perut anda juga boleh menggunakan ramuan dari air perahan lobak merah, caranya campurkan air perahan lobak merah dengan santan kental masing-masing berukuran 1 sudur, masukkan sedikit garam gaul sampai rata, kemudian minumkan pada anak yang menderita masaalah cacing. Ramuan ini dapat memberantas cacing yang menyerang anak-anak maupun orang dewasa.
    2. Mengubati Cacing Dengan Kulit Mangga.
    Kulit mangga yang biasanya dibuang begitu saja ternyata dapat dijadikan sebagai ubat cacing. Daya antelmintik pada kulit mangga akan membantu mencegah penyakit cacing terutama untuk anak-anak, antelmintik juga sangat baik untuk membunuh kuman dan bakteri yang ada di dalam perut.
    Cara membuatnya : rebuslah kulit mangga Selama lebih kurang  15 minit, hal ini akan menjadikan keluarnya zat antelmintik dari kulit mangga. ambil dan  kemudian minumlah air rebusan itu . Air rebusan kulit mangga ini cukup berkesan dalam membunuh bakteria jahat di dalam perut dan juga larva cacing.
    3. Mengubati Cacingan Dengan Kelapa.
    Bahan yang diperlukan 1/4 butir kelapa dan 1 biji lobak merah.
    Cara membuat ramuan : Semua bahan diatas dicucil hingga bersih sebelum diparut, campur parutan dengan segelas air matang. Perah, tapis dan minumlah sebelum tidur.
    4. Mengubati Cacing Dengan Akar Delima.
    Bahan yang diperlukan ambil 7 gram akar delima saja.
    Cara membuat ramuan: Akar delima dicuci bersih lalu dipotong kecil. Rebuslah dengan segelas air matang selama 15 minit. kemudian tapis minum airnya sampai habis.
    5. Mengobati Cacingan Dengan Biji Jeruju.
    Bahan yang diperlukan biji jeruju 4-6 butir.
    Cara membuat ramuan : Tumbuklah biji jeruju hingga halus, kemudian seduhlah dengan setengah gelas air panas. Dinginkan sebentar lalu minum saja sampai habis. lakukan hal ini sekali sehari.
    6. Mengubati Cacing Dengan Biji Betik untuk Cacing Gelang.
    Bahan yang diperlukan 2 sudu makan biji betik dan Madu
    Cara membuat ramuan : Biji betik dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga halus. masukkan  setengah gelas air dan tambahkan dengan sedikit madu. Minum secara teratur sehari 2 kali.
    7. Mengbatui Cacingan Dengan Daun  betik  Untuk Cacing Kremi. (Pinworms)
    Bahan yang diperlukan 1 lembar daun betik dan 15 gram akar pohon bunga melati.
    Cara membuat ramuan : Selain biji  betik, daun betik juga dapat digunakan untuk mengubati cacing terutama cacing kremi. Cucilah semua bahan hingga bersih. Rebus semuanya dengan 600cc air, hingga berbaki 300 cc. Minum air rebusannya sewaktu masih panas. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.
    8. Mengubati Cacing Dengan Bawang Putih Untuk Cacing Kremi.
    Bahan yang diperlukan bawang putih 3 butir, 30 gram akar betik, gula merah secukupnya.
    Cara membuat ramuan : , bawang putih juga berkesan untuk mengubati cacing kremi. Caranya gula merah dipotong dan semua bahan dicuci bersih. Lalu rebus kesemuanya dengan 600cc air, hingga berbaki 300 cc. Minum air rebusannya sewaktu masih panas. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.                                   
    9. Mengubati Cacing Dengan Pokok Putri Malu.
    Caranya cukup mudah, cuci 15 – 30 gram tanaman putri malu, rebuslah dalam 3 gelas air sampai hanya berbaki 1 gelas. Setelah sejuk, tapis kemudian diminum pada malam hari sebelum  tidur.
    Peringatan penggunaan ramuan dengan Putri malu :
    • Ingat !! akar putri malu dalam dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan juga muntah-muntah.
    • Wanita hamil dilarang meminun rebusan tanaman ubat ini kerana dapat menyebabkan kematian pada janin yang dikandungnya bahkan boleh menggugurkan kandungan.
     Masalah cacing yang sering dialami oleh anak yang kecil. Ia perlu diatasi lebih awal melalui perubatan tradisional dan semulajadi untuk mengubati dan mencegahnya. Masalah cacing ini membuatkan anak tidak selesa dan membuatkan anak sakit dan perut agak kembung. Disini ada sedikit petua dari orang dahulu untuk mengubati penyakit ini.
    Kebiasaannya selepas anak pandai makan selain dari susu ibu, masalah cacing dalam kalangan kanak-kanak bermula. Ini kerana kanak-kanak telah mula terdedah dengan pencemaran di dalam makanan dan juga minuman. Tanda-tanda biasa ialah kanak-kanak selalu menangis sakit perut, kerap membuang najis serta mengandungi cacing dan juga telur cacing.
    Oleh itu, cara untuk mengatasinya selain dari memberi makan ubat cacing yang diperoleh dari klinik, hospital atau farmasi, ibu bapa juga boleh mencuba ubat tradisional ini yang mudah dan senang diperoleh terutamanya di kawasan perkampungan iaitu daun pokok petai belalang.
    Daun dan ranting pokok petai belalang, dibasuh bersih dan direbus,kemudian diembunkan semalaman,selepas itu, panaskan kembali air tersebut dan dimandikan pada waktu pagi sebanyak tiga kali,diberi minum seteguk jika boleh,  insyaAllah dapat membantu.
    Pengubatan pada kes cacing dapat menimbulkan kesan yang berbeza. boleh jadi setelah diubati, cacing akan mati dan keluar bersama kotoran. Jika cacing tidak mati maka akan meyebabkan cirit-birit kejadian ini akibat dari kerusakan yang ditimbulkan oleh sicacing yang sedang marah maupun karena obatnya yang kurang cocok. Kemungkinan lain adalah cacing akan keluar dalam keadaan masih hidup, baik sewaktu berak atau tidak berak (seperti pengubatan dengan kelapa atau minyak zaitun).
    Bagaimana cara mencegah cacing ?
    Pencegahan cacing yang kita lakukan tidak  terlepas dari masalah yang berhubungan dengan faktor penyebaran telur-telur cacing. cara terbaik mencegah cacing adalah dengan menghindari sumber telur maupun cacing sedapat mungkin, sentiasa memelihara kebersihan makanan dan kawasan tempat bermain kanak-kanak. Asuh mereka dengan  menerapkan pola hidup bersih, cuci tangan sebelum makan menggunakan sabun anti septik, dan yang terpenting jauhkan anak dari permainan menggunakan tanah, kuku-kuku jari tangan hendaknya dipotong pendek agar tidak boleh menggaru dubur yang kemungkinan terdapat cacing. setelah bangun pagi, anak harus segera mencuci tangannya agar telur-telur cacing yang melekap pada jari tangan dapat terlepas sehingga tidak melekat pada tangan. 

     Kunjungi ( http://sha3622.blogspot.Com ) untuk info seterusnya.


    1 ulasan:


    1. Info yang menarik. Sebagai ibu bapa, kita juga harus tahu bila masa yang patut kita membawa anak kita untuk mendapatkan rawatan di klinik sekiranya kita mengesyaki mereka menghidap masalah cacing.

      BalasPadam